Viral di Facebook, KKB Sandera 9 Perempuan Dibawa ke Hutan di Mimika, Ibu Tewas Ditembak, Anaknya Dilempar ke Jurang 

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIMIKA, PAPUA TENGAH — Viral di media sosial Facebook, Kekerasan kembali menyayat kemanusiaan di tanah Papua. Seorang ibu dilaporkan tewas ditembak, anaknya dilempar ke jurang hingga mengalami patah kaki, sementara sembilan perempuan—termasuk anak-anak dan seorang remaja yang disebut sedang hamil muda—diduga disandera dan dibawa paksa ke dalam hutan.

Peristiwa memilukan itu terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026).

Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak membenarkan laporan mengenai aksi kekerasan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa bermula ketika kelompok bersenjata diduga memaksa 11 perempuan untuk mengikuti mereka masuk ke kawasan hutan. Dua orang mencoba menolak dan melawan.

Penolakan itu berujung tragedi.

Seorang ibu bernama Neregingget Magai (48) dilaporkan ditembak hingga meninggal dunia. Sementara anaknya berinisial IA diduga dilempar ke dalam jurang dan kemudian mengalami patah kaki.

Sembilan perempuan lainnya tidak luput dari ancaman. Mereka diduga dibawa paksa masuk ke dalam hutan dan hingga kini menjadi bagian dari upaya pencarian serta penyelamatan aparat.

Korban yang dilaporkan disandera masing-masing berinisial NW (17), AM (murid kelas VI SD), NA (murid kelas IV SD), OM (murid kelas III SD), YS (18), MN (15), WK (18), IO (18), dan MN (13).

Yang membuat peristiwa ini semakin memilukan, sejumlah korban masih berstatus anak-anak sekolah dasar. Salah satu korban juga disebut sedang hamil muda.

Mereka bukan kombatan. Mereka adalah perempuan dan anak-anak yang seharusnya berada di rumah, bersekolah, bermain, dan hidup bersama keluarga tanpa harus mengenal ketakutan dari suara senjata.

Aparat Polres Mimika langsung bergerak setelah menerima laporan. Mengingat Distrik Jila hanya dapat dijangkau melalui jalur udara, satu regu personel Batalyon B Brimob Mimika diterjunkan menggunakan helikopter untuk memperkuat pengamanan sekaligus mengejar kelompok bersenjata.

Polisi menduga sekitar 15 anggota KKB terlibat dalam aksi tersebut. Kelompok ini juga diduga berkaitan dengan penyerangan terhadap Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS milik PT Freeport Indonesia pada 17 Agustus 2026, yang menyebabkan seorang prajurit TNI gugur.

Kini perhatian tertuju pada sembilan perempuan yang masih berada dalam ancaman. Aparat terus melakukan pengejaran dan berupaya memastikan seluruh korban dapat diselamatkan.

Satu nyawa telah direnggut. Seorang anak terluka. Sembilan perempuan masih menunggu pertolongan.

Di tengah konflik bersenjata yang terus menyisakan duka, mereka tidak boleh kehilangan hak paling mendasar: hak untuk hidup, hak untuk merasa aman, dan hak untuk kembali pulang kepada keluarga.

Kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak pernah menjadi jalan keluar. Apa pun alasan di balik konflik, nyawa manusia bukan harga yang boleh dibayar dengan peluru, dan anak-anak tidak seharusnya menjadi korban perang.(JM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikkompasnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasutri OAP Tewas Diduga Dieksekusi TPNPB-OPM di Yahukimo, Komnas HAM Kecam Penyerangan terhadap Warga Sipil
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Viral di Facebook, KKB Sandera 9 Perempuan Dibawa ke Hutan di Mimika, Ibu Tewas Ditembak, Anaknya Dilempar ke Jurang 

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:29 WIB

Pasutri OAP Tewas Diduga Dieksekusi TPNPB-OPM di Yahukimo, Komnas HAM Kecam Penyerangan terhadap Warga Sipil

Berita Terbaru