Walikota Medan Sebagai Ketua Satgas MBG Di Minta Jangan Tutup Mata Terhadap SPPG Sunggal 2 Yang Tak Kantongi Surat Rekomendasi Kelurahan

- Penulis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – Detikkompasnews.com | Pemerintah Kota Medan mengkoordinasikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kolaborasi lintas dinas dan instansi terkait di bawah pengawasan langsung pimpinan daerah serta Badan Gizi Nasional (BGN), di mana struktur Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan MBG di daerah umumnya dipimpin oleh unsur pimpinan Pemerintah Kota Medan (seperti Wali Kota atau Wakil Wali Kota Medan).

Aliansi Masyarakat Tolak SPPG 2 Sunggal menyoroti terkait keberadaan SPPG Sunggal 2 yang menyalahi juklak dan juknis serta berada di kawasan banjir.

Johan Merdeka, didampingi Iqbal Alfansyuri, Jefri Manik, Saddely yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tolak SPPG Sunggal 2 mengatakan bahwa dirinya meminta Walikota Medan Sebagai Satgas Percepatan MBG Di Minta Jangan Tutup Mata Terhadap SPPG Sunggal 2 Yang Tak Kantongi Surat Rekomendasi Kelurahan bahwa SPPG tersebut berada dalam kawasan Bebas Banjir

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan Hasil Investigasi kami SPPG Sunggal 2 menyalahi juklak dan juknis oleh karena kami minta SPPG Sunggal 2 di suspend permanen,” ungkapnya, Minggu (23/8/2026).

Sebelumnya, Rahmadsyah Ketua Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan sanksi penghentian atau penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sunggal 2 Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal oleh Badan Gizi Nasional (BGN) demi menjaga keamanan dan keselamatan penerima manfaat karena tidak memiliki surat rekomendasi kelayakan wilayah atau administrasi setempat dari Kelurahan Sunggal serta berdiri di zona rawan bencana seperti kawasan banjir.

“Pendirian dapur umum atau SPPG wajib mengantongi izin, rekomendasi aparat kelurahan/setempat, serta sertifikasi standar higienis.Risiko Lingkungan & Kesehatan: Berada di kawasan rawan banjir mengancam sanitasi, kebersihan air, dan keselamatan proses pengolahan makanan, oleh karena itu AWAS meminta BGN secara tegas menutup unit SPPG Singgal 2 yang tidak memenuhi kriteria kelayakan teknis maupun lokasi guna mencegah risiko buruk seperti kontaminasi atau gangguan kesehatan,” ungkapnya, Minggu (23/8/2026)

Berdasarkan Informasi yang di himpun Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) bahwa adanya gratifikasi terhadap dapur akibat abai terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kesehatan lingkungan.

Gratifikasi terkait dapur sering muncul ketika pengawas mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kesehatan lingkungan demi suap atau gratifikasi dari pengelola, yang berisiko memicu keracunan, kecelakaan kerja, dan pencemaran lingkungan.

Risiko Abai K3 dan Kesehatan LingkunganKecelakaan Kerja: Pekerja rentan terkena luka bakar, slip, atau cedera alat berat tanpa perlindungan standar.

Keracunan Pangan: Kebersihan yang buruk menyebabkan kontaminasi bakteri pada makanan.

Penyakit Lingkungan: Limbah dapur yang dibuang sembarangan mencemari air dan udara sekitar.

Dampak Hukum Gratifikasi Pelanggaran Hukum: Tindakan suap dan gratifikasi dalam pengawasan fasilitas umum atau industri melanggar hukum.

Sanksi Administratif: Pencabutan izin operasional dapur atau tempat usaha.

Pidana Hukum: Pemberi dan penerima gratifikasi dapat terkena sanksi penjara serta denda.

Rahmadsyah Ketua Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) menemukan adanya Dugaan praktik gratifikasi, intervensi verifikasi lapangan, dan titik koordinat dalam meloloskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rahmad meminta aparat Penegak Hukum dan BGN mengusut dugaan jual-beli titik lokasi dapur, anomali rekening, hingga pengaturan verifikator di SPPG Sunggal 2 Kota Medan

Penyimpangan Dugaan Verifikasi & Jual-Beli Titik.

Berdasarkan hasil Investigasi, AWAS menemukan adanya intervensi sistem dan pengaturan data agar SPPG yang tidak memenuhi syarat tetap lolos.

“Meminta Aparat Penegak Hukum memeriksa SPPG Sunggal 2 karena adanya dugaan sjumlah pihak dan oknum yang terlibat dalam pemalsuan laporan atau data, gratifikasi, serta penipuan jual-beli titik koordinat SPPG,” ungkapnya, Jum’at (21/8/2026).

Aliansi juga mendapat Informasi Adanya Kesalahan di Dapur SPPG Sunggal 2 Kota Medan.

KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA

(K3) & KESEHATAN LINGKUNGAN

1.Bidang yang diaudit

Deskripsi temuan ketidaksesuaian :

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Hasil pengolahan IPAL tidak memenuhi standar baku mutu yang menimbulkan genangan dan bau yang tidak sedap, serta mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan sekitar.

Perbaikan fasilitas pengolahan IPAL sesuai standar baku mutu.

2.Bidang yang diaudit

Deskripsi temuan ketidaksesuaian:

Tidak terdapat CCTV di ruang gudang peralatan, pendinginan,

gudang basah dan gudang kering

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Pengadaan CCTV pada area yang belum terpantau agar

mempermudah monitoring serta adanya rekaman produksi dan penyaluran.

3.Bidang yang diaudit

Deskripsi temuan ketidaksesuaian:

Tempat tidur tidak memiliki alas atau langsung bersentuhan dengan lantai.

Tindakan perbaikan yang dilakukan;

Pengadaan alas tempat tidur agar kesehatan dan keselamatan staf SPPG terjamin.

4.Bidang yang diaudit

Deskripsi temuan ketidaksesuaian

Tempat pencucian tidak memiliki grease trap.

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Pengadaan grease trap pada setiap tempat pencucian.

5.Bidang yang diaudit

Deskripsi temuan ketidaksesuaian

Halaman depan dapur kebanjiran jika hujan, dan air tergenang di halaman.

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Membuat sistem drainase pada halaman depan agar bebas banjir dan terlindung dari serangga dan tikus.

6.Bidang yang diaudit

Deskripsi temuan ketidaksesuaian

Tidak terdapat ruangan untuk penyimpanan ompreng.

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Perbaikan tata letak (layout) agar terdapat ruangan

penyimpanan ompreng.

7.Bidang yang diaudit

Deskripsi temuan ketidaksesuaian

PERALATAN

Tidak terdapat chiller pada gudang basah dan showcase butuh unit tambahan.

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Pengadaan unit chiller dan penambahan unit showcase.

8.Bidang yang diaudit

Deskripsi temuan ketidaksesuaian

Exhaust fan tidak ada.

Pengadaan unit exhaust fan untuk melancarkan sirkulasi udara diruangan.

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Lantai ruangan loker belum dikeramik.

Melakukan pengerjaan lantai keramik di ruangan loker.

9.Bidang yang diaudit

Deskripsi temuan ketidaksesuaian

Layout atau alur dapur tidak one flow (bersilangan).

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Perbaikan tata letak (layout) menjadi leter L / U, tidak boleh

ada alur yang bersilangan yang dapat menimbulkan

kontaminasi silang.

10.Bidang yang diaudit

Deskripsi temuan ketidaksesuaian:

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Jalur evakuasi dari kamar staff SPPG tidak ada.

Membuat petunjuk jalur evakuasi yang jelas ke arah titik kumpul untuk menjamin keselamatan.

12.Bidang yang diaudit

Deskripsi temuan ketidaksesuaian

Lantai kantor dan lobby tidak dikeramik.

Tindakan perbaikan yang dilakukan:

Melakukan pengerjaan

lantai dengan keramik anti slip/epoxxy.

Dari 12 kesalahan, diberikan batas 1 bulan perbaikan dapur SPPG Sunggal 2 Medan. (Saddely)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikkompasnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Tontalete Rokrok Minta Bupati Minut Turun Pastikan, Tidak Ada Cacat Administrasi Oknum SHP Bakal Calon Hukum Tua
Dandim 1409/Gowa Pimpin Langsung Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026
Dandim 1409/Gowa Pimpin Langsung Kunjungan Sosial ke Rumah Pengurus Ormas dan TMP
Dandim 1409/Gowa Pimpin Langsung Kunjungan Sosial ke Rumah Pengurus Ormas dan TMP
Di Balik Jeruji, Kapolresta Gowa Titip Pesan: Jadikan Kesalahan sebagai Pelajaran
Ketua SMSI sulsel Anwar Sanusi Jadi Narasumber Dialog RRI Makassar
KOMPOLNAS : Kematian Alm.Winda Lorenza Dipastikan Tidak Ada Tanda – Tanda Kekerasan 
Takut Terungkap Borok Hingga Dugaan Pungli di Dalam Sekolah, Kepsek SMP Negeri 6 Binjai Alergi dengan Wartawan.
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:29 WIB

Dandim 1409/Gowa Pimpin Langsung Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026

Selasa, 29 September 2026 - 04:40 WIB

Dandim 1409/Gowa Pimpin Langsung Kunjungan Sosial ke Rumah Pengurus Ormas dan TMP

Selasa, 29 September 2026 - 04:35 WIB

Dandim 1409/Gowa Pimpin Langsung Kunjungan Sosial ke Rumah Pengurus Ormas dan TMP

Selasa, 29 September 2026 - 04:31 WIB

Di Balik Jeruji, Kapolresta Gowa Titip Pesan: Jadikan Kesalahan sebagai Pelajaran

Kamis, 24 September 2026 - 05:01 WIB

Ketua SMSI sulsel Anwar Sanusi Jadi Narasumber Dialog RRI Makassar

Berita Terbaru