Sidang Praperadilan Arjoni Berlanjut, LBH Medan Tegaskan SP3 Polda Sumut Cacat Hukum

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN – Kuasa hukum Arjoni dari LBH Medan, Irfan Syahputra, S.H., M.H., menegaskan penghentian penyidikan (SP3) yang diterbitkan Polda Sumatera Utara dalam perkara kliennya bertentangan dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Pernyataan tersebut disampaikan usai sidang praperadilan perkara Nomor 80 di Pengadilan Negeri Medan dengan agenda penyampaian replik atas jawaban para termohon, yakni Polda Sumut beserta jajarannya.

“Hari ini kami telah menyampaikan replik yang pada pokoknya menguatkan seluruh dalil permohonan. Kami menilai penghentian penyidikan yang dilakukan Polda Sumut bertentangan dengan ketentuan KUHAP, baik dari sisi prosedur maupun substansi,” ujar Irfan Syahputra.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, sidang selanjutnya akan memasuki agenda duplik, yaitu tanggapan dari pihak termohon terhadap replik yang telah disampaikan pemohon.

Dalam keterangannya, Irfan menilai terdapat kejanggalan dalam penanganan perkara tersebut. Menurutnya, penyidik sebelumnya telah menetapkan Heri Rahman sebagai tersangka berdasarkan sedikitnya dua alat bukti yang sah. Penetapan tersangka itu kemudian diuji melalui praperadilan di Pengadilan Negeri Medan, namun permohonan tersebut ditolak oleh majelis hakim.

“Secara hukum, penolakan praperadilan itu menunjukkan bahwa penetapan tersangka dinyatakan sah. Namun setelah itu justru penyidikan dihentikan dengan alasan perkara tersebut bukan merupakan tindak pidana. Ini menjadi kontradiksi yang patut dipertanyakan,” katanya.

LBH Medan juga menilai penghentian penyidikan dilakukan tanpa terlebih dahulu melaksanakan seluruh petunjuk jaksa penuntut umum. Padahal, menurut Irfan, jaksa telah memberikan petunjuk agar dilakukan pemeriksaan tambahan, termasuk meminta keterangan saksi maupun ahli Fiqh dan Pidana.

Ia turut menyoroti proses gelar perkara yang menurutnya tidak sesuai ketentuan. Dalam gelar perkara tersebut, kata Irfan, ahli yang dilibatkan merupakan pihak yang tidak pernah dimintai keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), sementara dua orang ahli yang dihadirkan pemohon sesuai petunjuk jaksa tidak dijadikan dasar pertimbangan.

“Ini yang menjadi keberatan kami. Prosedur penghentian penyidikan tidak dijalankan sebagaimana mestinya sehingga kami menilai SP3 tersebut cacat secara prosedural,” ujarnya.

Melalui permohonan praperadilan ini, LBH Medan berharap majelis hakim mengabulkan seluruh permohonan Arjoni, menyatakan penghentian penyidikan tidak sah menurut hukum, serta memerintahkan penyidik untuk melanjutkan proses penyidikan hingga berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21) dan dilimpahkan ke persidangan.

Irfan juga berharap proses persidangan berjalan secara terbuka dan objektif sehingga masyarakat dapat mengawasi jalannya penegakan hukum sebagai bagian dari prinsip check and balance dalam sistem peradilan. ( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikkompasnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dodi Rikardo Sembiring, S. Sos: Semarak HUT RI ke-81, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Perkuat Persaudaraan
TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gerakkan Hiburan Rakyat, Persaudaraan Jadi Kekuatan di HUT RI ke-81
LASKAR MERAH PUTIH MAC MEDAN KOTA AUDIENSI DAN SILATURAHMI KE POLSEK MEDAN KOTA DAN KORAMIL
Anak di Bawah Umur Korban Persetubuhan Hamil Lebih Kurang Lima Bulan, Belum di Proses Polrestabes Medan 
Siap Perjuangkan Aspirasi Warga, Eko Afrianta Sitepu Tekankan Pancasila Dalam Kegiatan WASBANG di Gang Mantri
Bantah Tuduhan Video Viral, Anggota DPRD Medan EAS Tegaskan Peristiwa Lama dan Bukan Vape Narkotika
Adi Warman Lubis Minta Dugaan Pelanggaran Hak Pekerja di Habitat Store Diusut Bersamaan dengan Proses Hukum Diana
PAC Pemuda Pancasila Medan Johor Bersama Ranting Kwala Bekala Gelar Jumat Berkah, Bagikan 500 Paket kepada Jemaah dan Pengguna Jalan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:18 WIB

TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gerakkan Hiburan Rakyat, Persaudaraan Jadi Kekuatan di HUT RI ke-81

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:38 WIB

LASKAR MERAH PUTIH MAC MEDAN KOTA AUDIENSI DAN SILATURAHMI KE POLSEK MEDAN KOTA DAN KORAMIL

Senin, 10 Agustus 2026 - 04:52 WIB

Anak di Bawah Umur Korban Persetubuhan Hamil Lebih Kurang Lima Bulan, Belum di Proses Polrestabes Medan 

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Siap Perjuangkan Aspirasi Warga, Eko Afrianta Sitepu Tekankan Pancasila Dalam Kegiatan WASBANG di Gang Mantri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Bantah Tuduhan Video Viral, Anggota DPRD Medan EAS Tegaskan Peristiwa Lama dan Bukan Vape Narkotika

Berita Terbaru