AMURANG – Detikkompasnews.com | Timbunan tanah yang berada tepat di jalan utama Kelurahan Lewet, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), menuai sorotan dari masyarakat. Material tanah yang berada di sekitar badan jalan dinilai telah mengganggu pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki.
Pantauan di lokasi menunjukkan, kendaraan yang melintas membuat material tanah dan debu beterbangan. Kondisi ini dikeluhkan karena dapat mengganggu jarak pandang pengguna jalan serta membuat lingkungan sekitar menjadi berdebu, khususnya ketika cuaca panas.
Yang menjadi pertanyaan publik, pekerjaan tersebut juga diduga tidak dilengkapi papan informasi proyek di lokasi. Ketiadaan papan proyek membuat masyarakat kesulitan mengetahui siapa pelaksana pekerjaan, dari mana sumber anggarannya, berapa nilai pekerjaan, serta kapan proyek tersebut harus diselesaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Transparansi pekerjaan publik pun dipertanyakan. Apabila pekerjaan tersebut menggunakan anggaran pemerintah, masyarakat sebagai bagian dari publik berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai kegiatan yang sedang dilaksanakan di wilayah mereka.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: Siapa pemilik pekerjaan tersebut? Dari mana sumber dananya? Berapa nilai anggarannya? Dan mengapa papan informasi proyek belum terlihat di lokasi?
Warga berharap Pemerintah Kelurahan Lewet, Pemerintah Kecamatan Amurang maupun instansi teknis terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan pekerjaan tersebut memiliki izin dan memenuhi ketentuan yang berlaku, sekaligus meminta pihak pelaksana menata material agar tidak mengganggu keselamatan serta kenyamanan masyarakat.
Jika benar pekerjaan tersebut merupakan proyek pemerintah, masyarakat meminta keterbukaan informasi jangan hanya menjadi slogan. Papan informasi proyek seharusnya menjadi bagian penting dari transparansi agar publik dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana pekerjaan belum memberikan keterangan terkait sumber anggaran, nilai proyek, maupun alasan belum adanya papan informasi di lokasi. (JM)








