Diduga Tak Berizin, Aktivitas Cut and Fill di Kawasan Kaliban Kabil Nongsa Disorot, Aparat Diminta Bertindak.

- Penulis

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DetikKompasnews.com, Batam – Aktivitas penimbunan dan pematangan lahan (cut and fill) di kawasan Kaliban, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, menuai sorotan tajam. Kegiatan yang diduga belum mengantongi izin resmi ini kini menjadi perhatian masyarakat dan dinilai berpotensi melanggar aturan hukum yang berlaku.
Pantauan di lokasi pada Selasa (24/03/2026) sekitar pukul 16.25 WIB menunjukkan adanya aktivitas keluar masuk truk pengangkut material tanah. Lahan terlihat telah diratakan, namun tidak ditemukan papan plang proyek maupun informasi legalitas kegiatan di area tersebut.


Dari informasi yang dihimpun di lapangan, kegiatan tersebut disebut-sebut dikelola oleh Pak Andre. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait izin usaha maupun dokumen lingkungan dari pihak pengelola.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga sekitar. Mereka menilai, aktivitas pematangan lahan tanpa kejelasan izin dapat berdampak serius terhadap lingkungan.
“Kalau memang legal, harusnya ada izin dan papan proyek. Jangan sampai nanti merugikan masyarakat sekitar,” ujar salah seorang warga.
Secara regulasi, kegiatan cut and fill wajib memenuhi ketentuan perizinan, termasuk dokumen lingkungan hidup seperti UKL-UPL atau AMDAL sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Dalam aturan tersebut, setiap usaha atau kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan wajib memiliki izin lingkungan. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana.
Bahkan, dalam Pasal 109 UU tersebut disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan dapat dipidana dengan penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun serta denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp3 miliar.
Selain itu, kegiatan pematangan lahan di Kota Batam juga berada dalam pengawasan ketat instansi seperti BP Batam, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Setiap aktivitas tanpa izin berpotensi dilakukan penghentian paksa hingga penyegelan lokasi.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Pak Andre selaku pengelola, serta pihak BP Batam dan instansi terkait guna memastikan legalitas kegiatan tersebut.
Masyarakat mendesak agar aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Jika terbukti melanggar, warga meminta adanya tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku.
“Kami berharap jangan ada pembiaran. Kalau memang tidak berizin, harus ditindak tegas,” tegas warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber berita L Buan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikkompasnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Penganiayaan Siswa Disekolah SMA di Binjai, Pihak Sekolah Bantah Oknum Guru Aniaya Seorang Murid.
*Tragedi Anak Krakatau dan Tanggung Jawab Negara Melindungi Jurnalis* *Oleh: Yakub F. Ismail*
Mitra Dapur SPPG Sunggal 2 Medan DIDUGA Akan Jual Titik Sebesar Rp 1,5 Miliar, Puluhan Organisasi Akan Demo Besar Ke KPPG Desak SUSPEN PERMANEN 
Dinas PMD Gowa Menyambut Positif Rencana Pembentukan News Room Jaga Desa
Lebih 100 Siswa MTsN 1 Pariaman Diduga Keracunan Setelah Santap MBG (Makan Bergizi Gratis)
DPD PEMUDA DEMOKRASI INDONESIA SUMATERA UTARA KECAM TINDAKAN PENYERANGAN DAN KEKERASAN TERHADAP MASSA AKSI GM-FKPPI DI DEPAN GEDUNG CAPITAL BUILDING MEDAN
BORONG 22 MEDALI, BUPATI ASAHAN APRESIASI PRESTASI ATLET RENANG PIALA KEMERDEKAAN 2026
WABUP ASAHAN RIATO HADIRI PERINGATAN MAULID NABI 1448 H: JADIKAN AKHLAK RASULULLAH TELADAN HIDUP
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 14:20 WIB

Dugaan Penganiayaan Siswa Disekolah SMA di Binjai, Pihak Sekolah Bantah Oknum Guru Aniaya Seorang Murid.

Jumat, 25 September 2026 - 16:25 WIB

*Tragedi Anak Krakatau dan Tanggung Jawab Negara Melindungi Jurnalis* *Oleh: Yakub F. Ismail*

Jumat, 25 September 2026 - 01:48 WIB

Mitra Dapur SPPG Sunggal 2 Medan DIDUGA Akan Jual Titik Sebesar Rp 1,5 Miliar, Puluhan Organisasi Akan Demo Besar Ke KPPG Desak SUSPEN PERMANEN 

Rabu, 23 September 2026 - 02:22 WIB

Dinas PMD Gowa Menyambut Positif Rencana Pembentukan News Room Jaga Desa

Senin, 14 September 2026 - 11:00 WIB

Lebih 100 Siswa MTsN 1 Pariaman Diduga Keracunan Setelah Santap MBG (Makan Bergizi Gratis)

Berita Terbaru