AMPIBI : Ancaman PHK Terhadap 55 ribu Buruh Bentuk Kegagalan Pemerintah Dalam Mengatasi KRISIS EKONOMI

- Penulis

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kabar yang disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, membuat banyak kalangan waswas. Di hadapan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Andi Gani mengungkap adanya potensi 55.000 buruh kehilangan pekerjaan dalam waktu maksimal 10 hari ke depan. Ia menyebut situasi tersebut sebagai kondisi yang sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Ancaman itu berasal dari rencana penutupan dua pabrik di Bekasi, Jawa Barat, yang selama ini menjadi tempat bekerja ribuan anggota KSPSI. Salah satunya merupakan perusahaan produsen keramik yang mengalami tekanan berat akibat melonjaknya biaya energi. Kondisi ini dikhawatirkan memicu gelombang pengakhiran hubungan kerja yang lebih besar dan berdampak pada kehidupan puluhan ribu keluarga pekerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya industri keramik, sektor tekstil juga disebut menghadapi tantangan serupa. Kenaikan biaya gas industri membuat beban produksi semakin berat sehingga mengancam keberlangsungan usaha. Andi Gani menegaskan bahwa hampir seluruh industri yang bergantung pada gas alam kini berada dalam posisi sulit. Jika tidak ada langkah cepat untuk menekan biaya energi, kekhawatiran terhadap bertambahnya jumlah pekerja yang terdampak diperkirakan akan semakin besar.

Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia ( AMPIBI ) yang mana di Pengurusannya ada Johan Merdeka, Rahmat, Izhar Daulay, Pingki dan Awaluddin Pane sejak Januari 2026 sampai Juni 2026 dalam 6 ( enam ) bulan PHK di Sumatera Utara sudah cukup banyak.

Awaluddin Pane menjelaskan kepada Media Online “untuk kasus PKWT habis Kontrak nya dan Perusahan PHK karena Efesiensi sudah lebih 5 ( Lima ) ratus.”

Johan Merdeka disela sela kesibukannya masih peduli dengan Pekerja Buruh dan memberikan tanggapan sama dengan Awaluddin Pane ” benar kata Bang Awaluddin Pane PHK untuk di Sumatera Utara ini begitu cukup banyak . Bahkan yang sangat miris lagi gaji guru honorer masih di bawah Upah Minimun Propinsi.”

AMPIBI akan selalu membuat gebrakan dengan Aksi-aksi Jalanan jika Pemerintah tidak memperhatikan nasib Anak Bangsa khususnya Pekerja Buruh dan Guru honorer.

(Johan Merdeka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikkompasnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Penganiayaan Siswa Disekolah SMA di Binjai, Pihak Sekolah Bantah Oknum Guru Aniaya Seorang Murid.
*Tragedi Anak Krakatau dan Tanggung Jawab Negara Melindungi Jurnalis* *Oleh: Yakub F. Ismail*
Mitra Dapur SPPG Sunggal 2 Medan DIDUGA Akan Jual Titik Sebesar Rp 1,5 Miliar, Puluhan Organisasi Akan Demo Besar Ke KPPG Desak SUSPEN PERMANEN 
Dinas PMD Gowa Menyambut Positif Rencana Pembentukan News Room Jaga Desa
Lebih 100 Siswa MTsN 1 Pariaman Diduga Keracunan Setelah Santap MBG (Makan Bergizi Gratis)
DPD PEMUDA DEMOKRASI INDONESIA SUMATERA UTARA KECAM TINDAKAN PENYERANGAN DAN KEKERASAN TERHADAP MASSA AKSI GM-FKPPI DI DEPAN GEDUNG CAPITAL BUILDING MEDAN
BORONG 22 MEDALI, BUPATI ASAHAN APRESIASI PRESTASI ATLET RENANG PIALA KEMERDEKAAN 2026
WABUP ASAHAN RIATO HADIRI PERINGATAN MAULID NABI 1448 H: JADIKAN AKHLAK RASULULLAH TELADAN HIDUP
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 14:20 WIB

Dugaan Penganiayaan Siswa Disekolah SMA di Binjai, Pihak Sekolah Bantah Oknum Guru Aniaya Seorang Murid.

Jumat, 25 September 2026 - 16:25 WIB

*Tragedi Anak Krakatau dan Tanggung Jawab Negara Melindungi Jurnalis* *Oleh: Yakub F. Ismail*

Jumat, 25 September 2026 - 01:48 WIB

Mitra Dapur SPPG Sunggal 2 Medan DIDUGA Akan Jual Titik Sebesar Rp 1,5 Miliar, Puluhan Organisasi Akan Demo Besar Ke KPPG Desak SUSPEN PERMANEN 

Rabu, 23 September 2026 - 02:22 WIB

Dinas PMD Gowa Menyambut Positif Rencana Pembentukan News Room Jaga Desa

Senin, 14 September 2026 - 11:00 WIB

Lebih 100 Siswa MTsN 1 Pariaman Diduga Keracunan Setelah Santap MBG (Makan Bergizi Gratis)

Berita Terbaru