ROKOK TAMPA PITA CUKAI H-MIlD JUMBO ICE: DIDUGA BEREDAR LUAS DI MASYARAKAT BATAM 

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DetakKompasNews.Com- Batam
Senin 04 Mei 2026 — Dari luar, warung itu tampak biasa saja. Rak mie instan, minuman dingin, dan rokok legal terpajang rapi di etalase. Tidak ada yang mencurigakan.
Namun di balik rak bagian bawah, transaksi lain berlangsung.

Rokok dugaan tanpa pita cukai merek H-Mild jumbo dijual diam-diam — hanya kepada pelanggan tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak dipajang, tak ditawarkan, tapi selalu tersedia bagi yang tahu cara bertanya.
“Kalau orang baru belanja, saya bilang tidak ada. Itu sudah pesan bos,” ujar seorang kasir berinisial Sm.

Modusnya sederhana namun efektif: pembeli umum ditolak, pelanggan tetap dilayani.
Warung terlihat bersih, peredaran tetap hidup.

Dengan banderol sekitar Rp15 ribu per bungkus, H-Mild hampir mustahil disaingi rokok resmi. Mayoritas pembeli disebut pekerja proyek sekitar.
“Mereka cari yang murah. Katanya rasanya juga enak,” tambahnya.
Yang lebih mengejutkan, lokasi ini disebut pernah dirazia. Namun penjualan kembali berjalan.
“Sudah pernah dirazia… tapi habis diurus, lanjut lagi,” katanya pelan.
Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah pengawasan kalah cepat dari peredaran?
Di lapangan, rokok H-Mild jumbo tidak dipajang — tapi dicari.
Tidak terlihat — tapi selalu ada.
Pola Peredaran Rapi
Dari keterangan yang dihimpun, praktik penjualan menggunakan pola tertentu:
Disimpan di tempat tersembunyi
Dijual hanya ke pelanggan dikenal
Pembeli baru ditolak
Distribusi kecil namun rutin
Dari luar warung tampak normal.
Dari dalam, transaksi berjalan.
Bukan Sekadar Warung
Peredaran rokok ilegal tidak hanya berdampak pada hilangnya penerimaan negara dari cukai, tetapi juga membuka ruang terbentuknya jaringan distribusi tidak resmi di tingkat bawah.
Harga murah menjadikan produk ini pilihan utama sebagian masyarakat berpenghasilan rendah.

Fenomena ini menunjukkan peredaran rokok ilegal bukan lagi jual beli sembarangan, melainkan sistem yang sudah memahami cara menghindari pengawasan.
Barang tidak dipajang.
Penjual tidak menawarkan.
Pembeli tidak bertanya sembarangan.
Semua saling paham.
Razia datang, aktivitas berhenti sebentar.
Petugas pergi, transaksi kembali berjalan.
Selama harga rokok legal semakin tinggi dan permintaan tetap ada, pasar alternatif akan terus terbentuk — pelan, senyap, tapi pasti.
Pertanyaannya bukan lagi apakah rokok H-Mild Jumbo beredar,
melainkan siapa yang sebenarnya kalah cepat: pengawasan atau peredaran?

(Buan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikkompasnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Penganiayaan Siswa Disekolah SMA di Binjai, Pihak Sekolah Bantah Oknum Guru Aniaya Seorang Murid.
*Tragedi Anak Krakatau dan Tanggung Jawab Negara Melindungi Jurnalis* *Oleh: Yakub F. Ismail*
Mitra Dapur SPPG Sunggal 2 Medan DIDUGA Akan Jual Titik Sebesar Rp 1,5 Miliar, Puluhan Organisasi Akan Demo Besar Ke KPPG Desak SUSPEN PERMANEN 
Dinas PMD Gowa Menyambut Positif Rencana Pembentukan News Room Jaga Desa
Lebih 100 Siswa MTsN 1 Pariaman Diduga Keracunan Setelah Santap MBG (Makan Bergizi Gratis)
DPD PEMUDA DEMOKRASI INDONESIA SUMATERA UTARA KECAM TINDAKAN PENYERANGAN DAN KEKERASAN TERHADAP MASSA AKSI GM-FKPPI DI DEPAN GEDUNG CAPITAL BUILDING MEDAN
BORONG 22 MEDALI, BUPATI ASAHAN APRESIASI PRESTASI ATLET RENANG PIALA KEMERDEKAAN 2026
WABUP ASAHAN RIATO HADIRI PERINGATAN MAULID NABI 1448 H: JADIKAN AKHLAK RASULULLAH TELADAN HIDUP
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 14:20 WIB

Dugaan Penganiayaan Siswa Disekolah SMA di Binjai, Pihak Sekolah Bantah Oknum Guru Aniaya Seorang Murid.

Jumat, 25 September 2026 - 16:25 WIB

*Tragedi Anak Krakatau dan Tanggung Jawab Negara Melindungi Jurnalis* *Oleh: Yakub F. Ismail*

Jumat, 25 September 2026 - 01:48 WIB

Mitra Dapur SPPG Sunggal 2 Medan DIDUGA Akan Jual Titik Sebesar Rp 1,5 Miliar, Puluhan Organisasi Akan Demo Besar Ke KPPG Desak SUSPEN PERMANEN 

Rabu, 23 September 2026 - 02:22 WIB

Dinas PMD Gowa Menyambut Positif Rencana Pembentukan News Room Jaga Desa

Senin, 14 September 2026 - 11:00 WIB

Lebih 100 Siswa MTsN 1 Pariaman Diduga Keracunan Setelah Santap MBG (Makan Bergizi Gratis)

Berita Terbaru